Arsip: Pertanyaan Mengenai Software QA

 
user image
more 11 years ago

shinlei

Hi, Saya ingin nanya nih sama senior2: 1. Kira kira detil job desc dari seorang software QA tuh apa sih? apa perkerjaannya hanya fokus pada ngetesin program aja kayak masih ada bug ato ngga? 2. Apakah ada standarisasi untuk pengetesan software? misalkan sudah ada step2/skenario yang harus dilakukan dalam pengetesan, atau seorang QA harus menentukan metode sendiri untuk mengetes software?. 3. Apakah seorang QA harus memastikan bahwa sebuah software sudah benar2 free bug? Bagaimana bila setelah testing selesai dilakukan dan ternyata masih ada bug yang ditemukan padahal kita sudah berusaha semampu kita (QA juga manusia)? 4. Apa tingkatan seorang QA dilihat dari sisi jabatan dan terutama gaji sama dengan seorang programer?
user image
more 11 years ago

simba

Mungkin bisa dimulai dgn baca2 artikel di inet, misalnya di sini dan sini. Atau silakan googling untuk informasi lainnya. > 1. Kira kira detil job desc dari seorang software QA tuh apa sih? apa perkerjaannya hanya fokus pada ngetesin program aja kayak masih ada bug ato ngga? Software Quality Assurance (SQA) atau penjamin mutu aplikasi punya lingkup kerjaan yg lebih luas dari penguji (tester) program. Pengujian hanya salah satu dari serangkaian kerja SQA. SQA harus bisa memastikan kualitas/mutu aplikasi yg dibangun memenuhi target mutu yg diinginkan. Ini artinya SQA harus terlibat dalam seluruh proses development, dari awal hingga akhir. Bahkan kalo perlu sampai ke deployment dan implementasi (operasional awal), bukan hanya melihat hasil akhirnya saja. Krn itu, SQA seharusnya bukan hanya 1 org, tapi sebuah tim dgn spesialisasi keahlian tertentu. > 2. Apakah ada standarisasi untuk pengetesan software? misalkan sudah ada step2/skenario yang harus dilakukan dalam pengetesan, atau seorang QA harus menentukan metode sendiri untuk mengetes software?. Untuk kasus2 umum, SQA bisa menggunakan berbagai tool yg tersedia di pasaran. Namun, kadang dalam kasus2 tertentu, SQA bisa jadi harus membangun sistem sendiri. Sekali lagi, tanggung jawab SQA bukan hanya pengujian aplikasi, tapi lebih luas dari itu. > 3. Apakah seorang QA harus memastikan bahwa sebuah software sudah benar2 free bug? Bagaimana bila setelah testing selesai dilakukan dan ternyata masih ada bug yang ditemukan padahal kita sudah berusaha semampu kita (QA juga manusia)? Tidak ada software yg bener2 100% bebas bug. Bahkan jika aplikasi tsb bisa lolos seluruh pengujian yg diterapkan, tetap saja gak ada jaminan aplikasi bener2 bebas bug. Kondisi dan situasi saat development, bisa jadi sangat berbeda dgn kondisi dan situasi saat implementasi. SQA yg berpengalaman seharusnya bisa memprediksi masalah2 yg muncul, tidak hanya saat development, tapi juga hingga saat implementasi. SQA bertugas untuk menjamin aplikasi telah memenuhi standar minimal dari target mutu yg ditetapkan. > 4. Apa tingkatan seorang QA dilihat dari sisi jabatan dan terutama gaji sama dengan seorang programer? SQA bisa dibilang adalah pengawas atau penilai hasil kerja programmer. Krn itu, SQA minimal harus memahami ilmu yg dimiliki programmer, biar gak diakali sama programmer (supaya aplikasi lolos pengujian). Otomatis, SQA punya jabatan dan salary yg lebih tinggi dari programmer.
user image
more 11 years ago

herux

Nanggapi no. 4 Seharusnya memang seperti itu. tapi kayaknya kenyataan terbalik. - dari Ilmu programmer sampe salary!
user image
more 11 years ago

ichan29

Suatu pertanyaan dan penjelasan yg sangat menarik, pertanyaan yg byk orang abaikan akan hal tersebut, tetapi pd dasarnya itu sangat penting buat semuanya, khususnya dlm hal pengembang software yg akan dijual. Penjelasannya juga sangat gamblang dan detail sekali, seperti apa yg sudah dijelsakan oleh rekan @simba, ada byk aplikasi dlm rangka membantu utk bisa dipake dlm SQA, tergantung konsep dlm team yg melaksanakannya, misal dr borland jg mengeluarkan utk itu seperti halnya Rasional, disitu ada yg namanya Rasional Robot utk menguji dr program yg sudah kita buat, dan semua ter-integrasi mulai dr design dan seterusnya, dlm 1paket ada rasional rose dll artinya sesuai dg penjelasan sebelumnya, banyak tools yg bisa dipake utk itu, intinya seorang QA harus memahami baik dr flow dan proses implementasi (sgt setuju dg penjelasan @simba).
user image
more 11 years ago

simba

Betul, banyak sekali yg mengabaikan peran dan fungsi SQA dalam software development. Kebanyakan developer cukup mengandalkan internal test yg seringkali hanya dilakukan oleh developer yg bersangkutan. Padahal, hanya untuk topik pengujian saja ada banyak prosedur dan tahapan yg seharusnya diikuti untuk menghasilkan sebuah software yg bagus. Dalam proses pengujian, setidaknya ada 3 tahapan yg harus dilalui (sesuai urutan), yaitu: 1. Developer test. Ini dilakukan dgn menggunakan framework khusus untuk pengujian aplikasi, misal JUnit di Java, atau DUnit di Delphi. Pengujian ini dilakukan sejak sebelum dan sepanjang proses development dgn mengacu pada rancangan aplikasi yg telah dibuat. Memang beribet sih menggunakan tool ini, sebab bisa dibilang programmer harus 2x coding, untuk aplikasi itu sendiri dan untuk test suite-nya. 2. Operational test. Ini dilakukan dgn mengacu pada user manual atau SOP. Pengujian ini biasanya dilakukan para programmer bersama dgn tim yg menangani atau menyusun business logic aplikasi, setiap salah satu modul aplikasi dinyatakan selesai. Harus dipastikan perilaku aplikasi bersesuaian dgn SOP dan user manual yg disusun. 3. User acceptance test (UAT). Ini dilakukan dgn melibatkan calon pengguna (atau yg mewakilinya) untuk memastikan aplikasi yg dibuat sesuai dgn yg diinginkan oleh pengguna. Pengujian ini dilakukan setiap kali salah satu fitur end user dinyatakan selesai. Ketiga pengujian (minimal) di atas gak hanya dilakukan sekali. Masing2 jenis pengujian punya cycle (siklus) periodik, dimana untuk masuk ke siklus selanjutnya harus lolos dulu siklus sebelumnya. Kalo tidak, ya harus dibenahi sampe bisa lolos. Nah, sekarang jujur saja, seberapa banyak sih dari kita2 ini yg melakukan semua hal di atas? ;) Gak usah ketiganya deh, cukup yg pertama aja. :D Untuk aplikasi sederhana, mungkin gak perlu seribet dan sekompleks itu, tapi semakin besar aplikasi yg dibangun, semakin dibutuhkan adanya SQA. Itu baru ngomong pengujian. Padahal SQA punya kerjaan lain selain pengujian. So, SQA memang ribet dan membutuhkan waktu ekstra. Tapi itulah yg menjamin aplikasi yg dibangun sesuai dgn kualitas yg diinginkan, baik oleh pengguna maupun perancangnya. OS Windows yg udah melewati serangkaian SQA masih meloloskan banyak bug, apalagi yg sama sekali gak melakukan SQA. Kalo SQA dilewati, bisa dibayangkan bagaimana kualitas aplikasi tersebut. ;)
user image
more 11 years ago

betamax

@Shinlei
2. Apakah ada standarisasi untuk pengetesan software? misalkan sudah ada step2/skenario yang harus dilakukan dalam pengetesan, atau seorang QA harus menentukan metode sendiri untuk mengetes software?.
Humm.. bicara SQA mungkin ga bisa lepas dari Software testing yah ? Mungkin Sedikit masukan saja, Dalam pengujian Perangkat lunak bisa di uji algorithmanya dengan cara yang ada, Semisal Cyclomatic complexity untuk pengukuran tingkat kerumitan sebuah algorithma yang di terapkan , Tapi tidak lepas dari metode yang sudah di jabarkan rekan @simba, ada beberapa tahapan testing yang harus di lewati. Dua metode yang mungkin bisa di pakai, White box atau black box.. terserah anda mau pakai yang mana. Acuan standart Dalam rekayasa perangkat lunak ada standarisasinya tapi yang konvensional (Tidak berarti Kuno) dan sampai saat ini (termasuk saya makai) masih mengacu ke milik IEEE :).
> 3. Apakah seorang QA harus memastikan bahwa sebuah software sudah benar2 free bug? Bagaimana bila setelah testing selesai dilakukan dan ternyata masih ada bug yang ditemukan padahal kita sudah berusaha semampu kita (QA juga manusia)?
Mungkin Saya balik bertanya, Apakah proses Deploy telah mengacu pada standar yang ada ? terserah anda mau pakai metode RPL yang bagaimana, selama itu mengacu kepada standart (Standar mean : Relah teruji dan di sepakati) yang ada pasti akan melewati fase tahapan evaluasi, dan testing. namanya Juga BUG (Datang tanpa di undang, di usir kalo bisa di musnahkan) Wink @Simba
Itu baru ngomong pengujian. Padahal SQA punya kerjaan lain selain pengujian. So, SQA memang ribet dan membutuhkan waktu ekstra. Tapi itulah yg menjamin aplikasi yg dibangun sesuai dgn kualitas yg diinginkan, baik oleh pengguna maupun perancangnya. OS Windows yg udah melewati serangkaian SQA masih meloloskan banyak bug, apalagi yg sama sekali gak melakukan SQA. Kalo SQA dilewati, bisa dibayangkan bagaimana kualitas aplikasi tersebut. Wink
Hahahaha.. Salah si Mr. Gate, tidak melibakan Delphi-ID di Testing Departemenya... @Rekan Lain Mungkin agak sedikit melenceng, Mengapa RAPID + FAST Development Method Tidak pernah Finish JOB dalam jangka waktu 90 Hari ?? padahal di garansi sama si empu nya ALL Project Sesulit apapun akan selesai dalam jangka waktu tersebut.. :roll: @ herux
Nanggapi no. 4 Seharusnya memang seperti itu. tapi kayaknya kenyataan terbalik. - dari Ilmu programmer sampe salary!
Tepatnya Triple JOB, Analis + Programer + QA, Hahahaha...
user image
more 11 years ago

simba

> Mungkin agak sedikit melenceng, Mengapa RAPID + FAST Development Method Tidak pernah Finish JOB dalam jangka waktu 90 Hari ?? padahal di garansi sama si empu nya ALL Project Sesulit apapun akan selesai dalam jangka waktu tersebut. Ada beberapa kemungkinan: 1. Developer gak paham bagaimana melakukan rapid n fast development. 2. Developer paham, tapi gak mau/mampu untuk melakukannya dgn baik dan benar. 3. Timeline development yg ditentukan gak sesuai dgn tingkat kerumitan aplikasi yg dibangun. Garansi 90 hari bisa selesai untuk segala jenis project adalah omong kosong. Ada beberapa jenis aplikasi yg bisa selesai dalam hitungan hari, ada jenis lain yg butuh beberapa minggu, dan ada jenis lain yg butuh beberapa bulan, tergantung spesifikasi dan requirement aplikasi yg dibutuhkan. 4. Developer tidak memenuhi kualifikasi untuk melakukan rapid n fast development, bisa scr skill kurang, atau scr jumlah SDM yg kurang. So, tinggal diliat aja penyebabnya, knp development gak bisa selesai on-time. ;)
user image
more 11 years ago

betamax

@simba: Garansi 90 hari bisa selesai untuk segala jenis project adalah omong kosong. Ada beberapa jenis aplikasi yg bisa selesai dalam hitungan hari, ada jenis lain yg butuh beberapa minggu, dan ada jenis lain yg butuh beberapa bulan, tergantung spesifikasi dan requirement aplikasi yg dibutuhkan.
;) Di tinjau dari sudut pandang lapangan, Berati Ga Valid dong yang di tulis si Jeffry L.Whitten ?? Kaitanya dengan kenyataan yang ada ?
user image
more 11 years ago

simba

Aku belum pernah baca tulisan si Jeffrey terkait garansi 90 hari itu. Ada referensi? URL? Coba dipikir, bukan cuman gak sesuai dgn kenyataaan di lapangan, masuk akal gak kalo semua jenis project dijamin bisa selesai dalam 90 hari? Pasti ada penjelasan lain atau tambahan terkait garansi 90 hari tsb. Bikin aplikasi POS dan game WoW, sama2 bisa selesai dalam 90 hari? ;)
user image
more 11 years ago

betamax

Coba cari Analisa dan Perancangan Sistem Terbitan MC.Graw HILL, Writernya Jeffry L Whitten. Edisiku Terbitan 2004. itu dulu di kampus dosenku aku debat dengan statemen dia, karena kenyataan di lapangan saya yang terjun bolak balik ga pernah di Clear 90 hari. hahaha. Maksudnya 90 Hari itu di buku ini One Project, mulai dari analisa sampai dengan perancangan dibantu Tools UML System Achitect punya popkin Software. Kalo lihat tools nya memang hebat, dia bisa langsung definisi Fungtion + Procedure begitu Use Case, Class diagramn, Activity Diagram mateng. jadi si programer tinggal naruh Event aja. Saya pribadi Ga pernah berani implmented methode ini, takut kena pinalty ... Hahahah :)
more ...
  • Pages:
  • 1
  • 2
Share to

Random Topic

Local Business Directory, Search Engine Submission & SEO Tools FreeWebSubmission.com SonicRun.com