Arsip: HARGA USER ATAU PROGRAMMER???

 
user image
more 13 years ago

n3o_cybertech

allow, di posting ini aq mo membahas tentang biaya yang kita patok apabila kita akan menjual program database kita ke suatu perusahan / instansi (maaf ya mas luri ngebahas tentang komersial), tetapi kita tidak dapat mengungkiri betapa ketatnya persaingan harga untuk suatu program database, ada yang mau berkomentar tentang ini (harga / lainnya) ???
user image
more 13 years ago

xerion

lihat harga program lainnya, kalau sebanding patok harga sekian jika kurang menyakinkan bagi user, --> lower price tapi jika ada sesuatu yg tidak ada di program lainya --> higher makin murah dan kalau memang bagus, cocok aja tuh :D
user image
more 13 years ago

eksant

Maaf, ini cuman sebagai kilas balik dunia saya.... Kalau kita perhatikan fenomena struktur organisasi industri di indonesia maka kita akan menjumpai banyak fakta yang mana posisi engineering selalu dan selalu dibawah management. Kalau kita melihat maksud dan definis management sebenarnya engineering juga perlu management tetapi banyak orang yang beranggapan bahwa level engineering merupakan level bawah bahkan maaf-maaf kadang company memperlakukan engineering seperti kuli yang mungkin kalau di telaah management dan engineering sama-sama s1 mungkin lebih tua dan lebih experience dari si manegement. Suka atau tidak suka itulah fakta dilapangan padahal setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk maju. Dibeberapa company terutama core business nya banyak mengarah ke engineering masih tetap menganggap engineer adalah level bawah. Kalau kita mau extreme bagaimana kalau semua engineer mogok kerja semua..siapa yang dirugikan? anda lah yang tahu jawabannya.Atau lebih extreme lagi lakukan revolusi engineering. Revolusi engineering bisa jadi solusi untuk memperbaiki martabat dan menuntut persamaan hak dan kedudukan. Banyak company yang sudah melakukan revolusi dimana keduduakan seorang engineering bisa selevel dengan manegerial. Sebelum melakukan revolusi terutama pada programmer ada beberapa hal yang perlu disiapkan seperti: 1. Meningkatkan experience dengan cara mengerjakan banyak project baik project komersial maupun open source mulai skala kecil hingga skala enterprise. 2. Meningkatkan skill programming terutama OOP dan pattern. Diharapkan dengan ini dapat meningkatkan kualitas dari software yang dibuat. 3. Meningkatkan pengetahuan business process. Perhatikan mengapa programmer di banking environment lebih berharga ketimbang programmer di vendor yang hanya membuat aplikasi perkantoran bahkan mungkin dari segi programming mungkin programmer vendor jauh lebih jago ketimbang programmer banking, hal ini dikarena bukan masalah jago-jago an di programming melainkan pengetahuan business process di banking itu lebih dihargai ketimbang pengetahuan business process di perkantoran. 4. Melakukan kolaborasi dengan programmer diluar selain dikantor. Dengan melakukan kolaborasi dan menjalin persahabatan dengan programer lainnya dalam suatu wadah tertentu seperti http://delphi-id.org dapat meningkatkan relasi dan berinteraksi dengan programmer lainnya sehingga ujung-ujungnya akan meningkatkan kualitas programming anda. 5. Melakukan marketing diri dunia software engineering. Banyak jalan untuk melakukan marketing diri didunia software seperti menulis paper, buku ataupun berkolaborasi membangun software open source. Dengan modal ini diharapakan level anda meningkat bukan seperti kuli yang tidak mempunyai decision. Mengatakan "tidak" kepada pekerjaan yang mungkin secara teknis itu sia-sia malahan kegunaannya tidak jelas itu memang sulit apalagi kalau kita tidak mempunyai barganing position dan komitment..yang berani. Terlebih lagi untuk menentukan nilai harga dari seorang programmer adalah hal yang perlu kita bercermin..sejauh mana potensi kita. Lakukan revolusi sekarang atau anda terjebak dalam bui didalam lautan yang tak pernah mendarat di daratan. Any comment?[/i]
user image
more 13 years ago

simba

@n3o_cybertech: Salah satu trik untuk memenangkan persaingan harga adalah dgn tidak menjual software tersebut. :D Maksud saya, gunakan selain jual-lepas, coba tawarkan dgn mekanisme sewa-berkala. Mekanisme sewa-berkala (leashing) udah saya coba terapkan sejak beberapa tahun lalu, dan terbukti client lebih menyukai pola ini. Walaupun sekilas terlihat bahwa mekanisme ini lebih menguntungkan client daripada provider, sebenarnya relatif juga. ;) @eksant: Sebuah perusahaan dimana manajemen mengambil keputusan tanpa pertimbangan dari engineering, itu adalah perusahaan kuno yg gak ngerti perkembangan. Sekarang udah jamak, terutama di perusahaan swasta, bahwa teknis/engineering, bisnis/marketting, dan administrasi/legal, itu posisinya sejajar. Mungkin secara struktural manajemen ada di atas bagian2 tsb, tapi keputusan manajemen gak bisa diambil tanpa mempertimbangkan sama sekali masukan dan rekomendasi dari bagian2 tsb. Misal... desicion bisa jadi ada di tangan direktur eksekutif (direks), tapi kalo gak ada dukungan dari 3 bagian tsb (manajer), direks gak akan pernah berani mengambil tindakan/keputusan. Bahkan ada perusahaan yg tidak akan mengambil keputusan kalo belum semua bagian tsb menyetujui. :D Ini juga akan menumbuhkan situasi yg kondusif dan persaingan yg sehat, sebab semua pihak merasa penting tapi bukan berarti lebih penting atau lebih tidak penting dari pihak yg lain. Antar bagian juga bisa saling tukar ilmu dan informasi, bagian teknis bisa mengerti dan paham apa pertimbangan2 dan kendala2 dari pihak legal atau bisnis, demikian pula sebaliknya. Coba bandingkan dgn kasus terbaru sebuah perusahaan besar bidang penerbitan di Indonesia. Namanya boleh besar, omzet-nya boleh tinggi, tapi ternyata pola manajemen di dalamnya masih kuno! Justru kebobrokan di dalam dibongkar oleh para karyawannya sendiri, yg udah merasa muak dgn pola manajemen di perusahaan tsb. Cari sendiri infonya. :lol:
user image
more 13 years ago

eksant

@simba mungkin anda salah menangkap konsep saya, yang saya tulis adalah suatu konsep bukan opini. bahkan tidak membandingkan "sebuah perusahaan besar bidang penerbitan atau perusahaan besar utk urusan negara", semata-mata yang saya tulis adalah MOTIVASI DIRI. sebagai konotasinya dapat diartikan, aku sebagai aku dalam menentukan harga BUKAN aku sebagai struktural dalam company. Memang saja konteks awal dari konsep saya adalah fenomena struktur organisasi industri dan tak lepas dari level company, mungkin saja hal itu yang memicu libido untuk berkomentar lebih dalam (dan atau tidak saya minta maaf) atau malah menjadi salah satu contoh dari bagian itu sendiri. Cobalah untuk memahami konsep "Revolusi engineering" bukan bandingkan dgn kasus terbaru sebuah perusahaan besar bidang penerbitan di Indonesia. Mungkin info itu yang aku dapatkan. :lol:
user image
more 13 years ago

mas_kofa

aku simple aja ah...... 1. lihat kemampuan financial perusahaan yg mo beli software.....(ke komplekan sistem software saya abaikan).... 2. lihat anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan software tsb...(kita patok harga tertinggi dari anggaran )... 3. apakah ada pesaing di perusahaan dimana aku akan jual itu software... 4. kasih...dia software trial ....agar dia punya ikatan / ketergantungan pada aku...
user image
more 13 years ago

eksant

@mas_kofa mungkin bisa ditambahi.. 5. kasih....dia software yang ketergantungannya (maintenance) ama kita 6. fungsinya update software (bisa nambah prioritas) 7. rancangan software multi jaman (jaman doeloe mpek jaman edan) aku dukung...
user image
more 13 years ago

mas_kofa

aku pernah jual software berukuran hanya 700 kb...satu form , satu data base....tanpa fungsi komplek...bisa aku jual 3 jt.... tapi di lain waktu aku jual sustu sistem analisa yag komplek...cuma dikasih harga 750rb..... kesimpulan : tergantung kemampuan financial si pembeli...
user image
more 13 years ago

eksant

catatan : bisa juga keuletan kita sebagai marketing, kalo kita bekerja sebagai independent
user image
more 13 years ago

simba

@eksant: Ah, ma'af kalo respon saya jadi berkembang dari opini yg berusaha Anda sampaikan. Mungkin saya juga "terjebak" untuk memberi analisa yg terlalu jauh dalam respon saya. Tapi bagaimana pun juga, menurut saya, seorang programmer/engineer tak bisa lepas dari struktur/hirarki organisasi scr profesional. :D Mungkin saya juga masih kurang jelas/paham dgn "revolusi engineering" Anda. Bisa Anda jelaskan lebih lanjut? Sebelum kita teruskan diskusi lebih jauh, tapi ternyata gak nyambung. :D Apakah yg Anda maksud adalah peningkatan kemampuan diri seorang engineer sehingga mampu menjadi manajer? Atau peningkatan peran engineer dari sekedar kuli menjadi bagian dari manajemen?
more ...
  • Pages:
  • 1
  • 2
Share to
Local Business Directory, Search Engine Submission & SEO Tools FreeWebSubmission.com SonicRun.com